Long Holidays Journey - Ennichisai 2014!



Welcome, (little) Tokyo! Yeah! Akhirnya, kini saat saya mengunjungi sebuah acara yang, katanya orang-orang sih lu bukan otaku kalau enggak kesini! Ya, acara event jejepangan terbesar di Jakarta ini rutin diadakan tiap tahun bertepatan dengan musim panas di Jepang. Lima tahun acara ini, saya baru pertama kalinya datang. Hahahaha! Karena tahun-tahun kemarin saya takut pergi-pergi sendirian. Tahun sekarang kan udah gede, kayaknya, jadi masa ke jakarta aja takut www.

Oke, perjalanan dimulai pukul 6 di Stasiun Bekasi. Awalnya saya berangkat bertujuh, bersama teman satu sekolah saya. Eh, giliran udah sampai di tempat, mereka malah ngebolos ke dalam Mall Blok M Square dan akhirnya pulang mendahului saya. Oke, sakitnya tuh disini memang.

Ya sudahlah, the event must go on. Saya menikmati rentetan acara siang ini sendirian. Oke, SENDIRIAN. Menyedihkan memang, kelihatan sekali kejonesan saya disini. Tapi saya berusaha untuk tetap tatakae menghadapi semua ini.



Uhm, sesampainya saya di TKP, beginilah nampak adanya. Membludag! Benar-benar ramai bukan main. Saya sempat diam sesaat, antara harus tetap jalan atau ikut teman saya pulang—eh, masa iya pulang???

Aaaaaaa, atsui naaaa~! Suhu Jakarta memang tidak dihiraukan lagi (panasnya), ditambah kerumunan orang yang sungguh membahanah jumlahnya. Sekali lagi, tatakae!

Daripada bete, mending kita explore TKP dulu~












Oh iya, agenda saya hari ini tidak hanya datang, lihat-lihat lalu pulang. Disini saya juga memiliki agenda spesial yeeaaahhh~ Siapa yang tidak penasaran kalau kita punya teman dumay lalu mempunyai hobi yang kurang lebih sama, terus ketemuan? Ehm, buat saya ini satu hari yang paling saya nantikan dalam hidup saya. Karena selama ini saya hanya memiliki teman dari social media saja, walaupun teman sekolah juga gak kalah (lebih sedikit) juga.

Karena ketidaknotisan raga ini di kehidupan nyata, akhirnya socmed menjadi pelampiasan—dalam arti pertemanannya. Saya iseng-iseng berkenalan, just iseng! Oke, cuman iseng. Lho, lama-lama makin banyak dan banyak orang-orang yang saya kenal lewat jalur pintas ini. Whoa, mereka semua berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Ya, masalahnya, kita semua berada dalam kepungan izin orang tua dan surutnya keuangan pelajar hari gini, jadi yang bisa ketemuan cuman yang rumahnya deket-deket aja.

Tak apa, sama sekali tidak menyurutkan saya untuk bertemu dengan mereka semua. Dan, satu lagi yang saya tidak menyangka, aslinya mereka itu lebih gila dari yang terlihat di dalam tulisan mereka. Sekali lagi, GILA.

Baiklah, dari sini, saya mendapat satu hidayah, ternyata saya tidak sendiri.


Inilah bukti dari kegilaan kita, narsis on the way. Yap, kami ber selfie ria di tengah jalan. Kurang gurih apa coba.

Ah, baiklah, saya akan sedikit memperkenalkan satu-satu dari wajah yang nampak di foto itu—tapi tidak termasuk para figuran di belakangnya.

Dari kiri, namanya Faza. Saya lupa dia kelas berapa yang jelas dia kouhai saya. Jujur, saya kaget, suaranya benar-benar bikin sakit kuping kanan beserta kiri. Haha, not gomen!
Dan yang selanjutnya, ehm, itu saya. Skip saja oke.

Nah, ini dia, paling ‘ganteng’ dari makhluk yang ada (di foto ini). Yap, dia dikenal dengan nama Eki. Kalau kalau saya perjelas namanya aslinya, pasti kalian bakalan bingung kenapa dia dipanggil demikian. Hm, dia sepantaran sama saya, sama-sama baru lulus, calon mahasiswa di Telkom University. Katanya sih gitu.

Lanjut, nah yang terakhir, yang paling imut diantara kami, namanya Odi. Dia juga baru lulus SMP. Masih bambang dengan kelanjutan pendidikan SMA nya. Ya, saya doakan yang terbaik ya, nak.

Oke, sebenarnya ini hasil jepretan bukan seratus persen asli Faza yang foto. Di balik tablet ini terdapat seonggok makhluk lagi, namanya Aldy. Haha, entah lagi kesambet apa dia, sampai gamau bareng selfie. Ya, mungkin kali ini dia mau jaga image alias—menutupi kegilaan yang ia derita.

Di tempat terpisah, saya juga bertemu dengan satu lagi orang yang saya kenal di socmed, namanya Afi. Saya ada fotonya tapi ngeblur -_- Menurut saya, dia orangnya jahil, diam-diam dia banyak banget ambil foto colongan muka saya. Ini dibuktikan dengan segabreg foto yang ia kirimkan lewat twitter keesokan harinya. Oke, lupakan saja tragedi ini.

Selain dia, saya juga bertemu dengan empat orang lainnya, ada Angga-senpai, Nadya, Sei dan Leda. Kesemua orang yang saya temui ini pure kenal 100% lewat socmed. Dan kami semua merasa tak canggung mengobrol secara langsung.

Sudah dari situ, kami sempat berkumpul sesaat hingga akhirnya kami kembali terpisah. Ya, dari keberangkatan awal ada tujuh orang lalu sendirian kemudian berlima, bertambah lima lagi dan akhirnya sendirian lagi. Siklus hidup jones.

Akhirnya, maghrib pun tiba. Saya menuju ke terminal Trans Jakarta menuju Kota dan kembali ke Stasiun Bekasi.

Oh iya, saya juga membawa beberapa oleh-oleh dari sini! 




Hikmah yang dapat di ambil dari event ini :
11 )      Belajar bertahan hidup di tengah banyaknya massa
22 )      Belajar untuk mempertahankan uang saat event besar menerjang negara kita
33 )      Bertemanlah dengan cara yang tidak biasa /?


Deby Silarny Priscilina

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Instagram