Mencoba Untuk Tegar (Vocaloid Fanfiction)

Bangun tidur ku terus cek hp, ternyata mati. Setelah di cek ternyata hp ini sudah lowbatt saat sedang bobo cantik. Baiklah, ku terus mandi, tapi airnya kering kerontang. Entah mengapa air tidak keluar sama sekali dari keran, mungkin dia lelah. Ya sudah, agenda mandi hari ini di rapel besok.

Catat, besok mandi empat kali sehari.

Oke, berarti hari ini juga aku tidak menggosok gigi. Lagipula siapa juga yang mau cium mulutku, penting banget gitu? Ah tau lah, aku berjalan pasrah ke warung untuk membeli nasi uduk, ternyata sudah habis. Oh iya, sekarang sudah jam sebelas siang, pantas saja. Warung nasi Mpok Miku kan selalu laris, entah karena memang nasi uduknya yang enak atau penjualnya—yang enak dilihat.

Akhirnya, agenda sarapan pun turut di rapel ke siang hari. Bermodalkan es krim yang telah ku rebut dari salah seorang anak SD. Ya, saking terhimpitnya keadaan ekonomi hari ini membuatku sedikit nakal ke anak-anak. Habisnya, siapa suruh ibu tidak tinggalin uang? Ah, sudahlah.

Seharian ini, aku hanya menghabiskan waktu di depan televisi. Sayang, hal itu tak berhasil menghiburku. Bayangkan, semua channel menayangkan berita gosip dengan topik yang sama sepanjang hari. Bela-belain tayangin berita terbaru demi rating, tapi kalau semuanya sama-sama beritain topik yang sama apalah artinya.

Terkadang aku pun gagal paham dengan pertelevisian di negeri ini. Mungkin kamu juga. Berarti kita sehati.

Skip.

Akhirnya, minatku beralih ke komputer. Bersyukur aku baru saja download beberapa anime terbaru, namun salah download. Ternyata yang aku download kemarin isinya Luna Maya sama Ariel.

Hayo, kalian lagi mikirin apa. Orang itu video gosip tentang mereka. Ya, lagi-lagi aku terjebak dalam dunia pergosipan.

Tapi tenang, masih ada beberapa game baru yang sudah aku download tempo hari. Untunglah, kali ini aku tidak salah download lagi. Akhirnya aku menghabiskan sisa waktu hari ini untuk bermain game. Keadaan semakin asoy tatkala nasi goreng dan segelas perasan air jeruk hangat menemani soreku yang indah. Sungguh sebuah episode epic untuk hari ini.

“Mas, mas, ingat ya, hutang nasi gorengmu sudah hampir dua ratus ribu! Situ makan nasi tapi gak pernah bayar, minta di ventung ha?”

“Santai aja, bro, entar deh, besok dibayar,”

“Tar sok tar sok tar sok aja! Ah, gue cium, lu!”

Errgh, manusia ungu yang satu itu, pasti selalu mengancamku seperti itu. Entar cium, colek, peluk, bahkan yang lebih mengerikan lagi adalah...

Ah sudahlah, tak perlu dibayangkan lagi. Sudah terlalu lelah hidup bertetangga dengan terong-terongan seperti dia. Aku lelah, mama.

Mama, ah, mama terlalu sibuk dengan suaminya.

Oh iya, waktu terlalu cepat untuk berlalu, tiba-tiba nasi gorengku habis, tapi tidak menyurutkan rasa antusiasku pada game ini. Aku tidak ingin beranjak dari depan komputer. Bahkan diri ini sampai lupa kalau celana dalamku sudah basah.

Oke, mohon tunggu sebentar.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.
Baiklah, kita lanjutkan kembali. Suara keyboard yang semakin beradu tak menentu membuatku semakin semangat untuk menyelesaikan game ini. Cetak cetak taak!! Dengan mudahnya aku bisa naik level tinggi kurang dari satu hari saja. Tinggal dua langkah lagi menuju akhiran dari game ini, semakin ku percepat pergerakan jariku terhadap keyboard, saking gregetannya.

Tiba-tiba, layar komputer dan lampu kamarku gelap seketika.

.

.

.

.

.

.

.

.

KAMPRET, MATI LAMPU!

Padahal sebentar lagi aku akan memenangkan game itu.

Sebentar

lagi

Sakitnya begitu terasa di hati ini.

.

.

.

.

.

.

.

Akhirnya, aku hanya bisa tergolek lemah di atas kasur sambil berpelukan mesra di tengah gelapnya rumah tanpa listrik bersama guling. Aku sudah terlalu capek menghadapi hari ini. Gak mandi, gak ada duit, gak bisa main game.


Satu lagi, celanaku tak kunjung kering.

Deby Silarny Priscilina

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Instagram