Sakitnya Tuh.............



Rasa sakit, dikhianati, disia-siakan dan sebagainya, bagi saya itu manusiawi. Manusia memang kodratnya seperti itu. Ada kalanya sebuah rezeki datang kepada kita, namun Allah tarik lagi rezeki tersebut. Kematian, kehilangan, kerusakan, patah hati, sengsara dan dengan wujud lainnya yang Allah rahasiakan caranya. Ketika sebuah kemudahan memperlancar rencana-rencana kita, namun Allah kembali persulit kita dengan musibah lain. Ketika air mata bahagia mengalir begitu deras membasahi pori-pori kulit wajah yang berseri, namun secara tiba-tiba semuanya berganti menjadi tangis yang menderu-deru.

Hidup itu tidak ada yang datar. Buat apa warna diciptakan? Buat apa bumi dibuat menyerupai bola? Buat apa pria dan wanita diciptakan? Tidak ada jawaban lain kecuali, cobaan.

sumber: www.lintas.me
Ibarat sedang mengikuti tes masuk perguruan tinggi, akan mudah dihadapi bila memiliki keyakinan yang kuat beserta bekal ilmu yang cukup untuk mengisi sebagian besar soal tersebut. Sebaliknya, akan menjadi begitu rumit bila kita tidak yakin dan menganggap enteng ujian tersebut sehingga ilmu yang telah kita dapatkan menjadi sia-sia. Tapi tidak semua calon mahasiswa yang diterima adalah murni karena ia cerdas, ternyata sebagian dari mereka mendapatkannya karena faktor keberuntungan. Tapi ingat, hanya sebagian kecil. 

Sebenarnya bukan karena keberuntungan, tetapi Allah memang memberimu izin untuk memperoleh kesempatan itu. Kalau Allah tak izinkanmu pun, toh memang belum rezeki kita. Tetapi kita harus ingat, “kan masih banyak universitas lain di luar sana”.
Yang indah di pandangan kita, belum tentu baik untuk kita. Allah telah menyediakan sebuah kado terindah yang akan menjadi kejutan termanis di kemudian hari, meski dengan metode paket patah hati beserta air mata dan penyesalan terlebih dahulu. Bukan hanya kamu, juga bukan hanya saya, tapi kita semua. Saya yakin semua manusia pasti mengalami titik bawah yang suram. Sekali lagi, itu kodrat.

Yuk, kak, jangan terus-menerus larut dalam air asam yang ditabur garam. Ayo, kita sama-sama lawan rasa marah dan kesal kita dengan menerima segala yang telah terjadi dan ubah segala kekecewaan itu menjadi introspeksi diri. Jadikan pula motivasi dan pembelajaran diri agar peristiwa tersebut tak lagi terjadi di masa yang akan datang. Yuk, kak, mulailah untuk enjoy di jalan yang saat ini sedang kita tempuh. Kita tidak akan pernah tahu dimana letak garis finishnya jika kita tidak mengejarnya.

Yuk, kak, kita senyum bersama sambil menata masa depan yang lebih baik lagi. :)

Deby Silarny Priscilina

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Instagram