Udah Hari Ke-6 Ramadhan, Udah Ngapain Aja?

Assalaamu’alaikum! Gimana puasanya di hari ke 6? Hehehe tetep semangat yaaa, gak boleh lo yo~ /o/

Nah iya, udah hari ke enam nih, kira-kira udah kegiatan apa aja yang udah kita lakuin selama Ramadhan? Hayooo inget gak? Gimana nasib shalatnya, shalat wajib dan sunnahnya, aktivitas-aktivitasnya, tilawah Al-Qur’annya, silaturrahimnya? Udah kita lakukan semuanya?
Seperti halnya agenda penting, kegiatan-kegiatan kita selama Ramadhan sebaiknya dibuat agendanya juga. Lho kayak bocah SD aja pake agenda Ramadhan segala.

Mulailah mencatat agenda terpenting selama Ramadhan. Sumber.

Gaes, agenda yang kita buat ini bukan semata-mata karena takut dimarahi guru agama di sekolah. Lebih jauh lagi dari sekadar ingin mendapat nilai. Kita gunakan agenda Ramadhan tersebut sebagai sarana introspeksi diri kita sendiri, sudah melakukan apa saja selama bulan penting ini? Sudah seperti apakah peningkatan ibadah kita saat ini? Apakah dalam enam hari puasa telah banyak perubahan yang telah kita lakukan? Apakah lebih baik atau semakin banyak bolongnya?

Buat agenda Ramadhan kita menjadi sebuah diary. Jadikan ia sebuah media pencatatan yang harus banget kita tulis setiap harinya. Kita selalu perbarui apa saja yang baru saja kita lakukan, menumpahkan satu demi satu hal yang dirasa amat penting dan berpengaruh dalam hidup kita saat ini bahkan untuk masa depan. Tanpa mencatat, ingatan kita tidak akan kuat untuk menampung memori hari ini dan hari-hari sebelumnya.

Anggaplah seri harian catatan sejarah kita selama Ramadhan sebagai media untuk mengantarkan kita agar lebih dekat kepada Allah. Inilah media sadar diri kita, bahwasannya manusia tak luput dari kelalaian dan kesalahan.

“Saya menulis bukan hanya untuk dunia, tetapi juga demi akhirat saya.” – Helvy Tiana Rosa

Semakin sering kita menulis, mencatat peristiwa-peristiwa penting yang akan menjadi sebuah sejarah yang mengagumkan maka semakin meningkat pula keinginan kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Agenda Ramadhan tersebut bisa dijadikan ajang pencetakan sejarah hidup kita kelak karena mungkin pada saat ini ibadah serta aktivitas kita belum memperlihatkan peningkatan yang signifikan sehingga bisa menjadi tolak ukur kita untuk ke depannya agar tidak mengulangi hal itu dan berusaha untuk melakukannya dengan semangat dan kemauan tinggi.

Orang yang bijak dan sukses pada saat ini tidak akan melupakan sejarah hidupnya di masa lalu. Oleh karena itu, melukis sebuah kisah di hari ini adalah awal kita dalam melangkah menuju kesuksesan yang gemilang dan bijak dalam bertindak. Terus buat motivasi dalam diri kita untuk selalu meningkatkan progress ibadah serta kegiatan kita.


Yuk gaes, buru deh siapin kertas sama pulpen kita buat mencatat sebuah sejarah penting dalam hidup kita. Mumpung puasanya belum kelewat jauh, mudah-mudahan gak lupa :D

Deby Silarny Priscilina

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Instagram