Pesawat Kertas

Assalaamu’alaikum! Udah hari Sabtu yeeeey~ Yang liburan hati-hati dan selamat bersenang-senang~ Yang di rumah aja, sabar ya. /heh

Ah, ngomongin tentang masa lalu, apalagi yang bikin sakit hati. Ah. Oke, mungkin ini bahasan yang paling mainstream dibaca, didenger dan disimak. Tapi, entah kenapa kali ini gue kepingin banget ngungkapin semuanya di blog. Ergh, mungkin udah kerasa sumpek kali ya kalau terus-terusan berkoar di sosmed.

Btw, apa sih hubungannya pesawat kertas sama artikel gue? Hmm, intinya sih, maksudnya biar tetap terbang melaju biar tetep bisa eksis di jaman yang serba drama. Selalu UP dan terus kejar hal-hal terbaik. Yang namanya hidup gak melulu hanya move on, tapi juga move up. Ya, pokoknya gitu.





(edisi galau 2k15)

Alangkah indahnya jika pada saat itu saya membiarkan mereka menjadi sahabat.

Alangkah baiknya jika saya tetap menjaga diri dan hati dari segala hawa nafsu yang sifatnya fana.

Alangkah nyamannya jika saat ini tidak ada lagi percekcokan diantara kita.

Mungkin hal ini tidak akan pernah terjadi di kamus kehidupan kita.

Heuheuhehuehueheuheuehue.



Sekarang saya hanya bisa tertawa melihat kebencian mengudara di atmosfer.

Dia, sahabatnya, orang-orang terdekatnya, ikut membenci saya.

Sungguh lucu, padahal di awal mereka mendukung kita.

Dunia ini memang lucu, kok.



Dia sudah pergi meninggalkan saya dan jutaan kenangan.

Juga meninggalkan rasa takut yang kini tersarang pada hati saya.

Takut menyapa, takut apa yang saya katakan akan menjadi luka yang semakin basah dan bernanah.

Bodoh memang.. Tak seharusnya seorang wanita bertemu dengan pria yang belum saatnya mengucap cinta.




Hey, ayolah sadar..

Biarkan mereka terus membencimu.

Semua sudah terlanjur dan sulit untuk dikembalikan.

Biarlah dia dan mereka pergi selangkah demi selangkah dari pundakmu.



Yuk, sekarang kuatkan imanmu.

Tabahkan hatimu untuk selalu bersabar menanti saat yang tepat.

Tak usah terlalu buru-buru untuk merasakan cinta.




Yang sudah berlalu, biarlah. Itulah hukumanmu karena telah melanggarnya.

Dan kini, janjilah pada diri dan hati.

Tak akan lagi melakukan hal itu untuk kesekian kalinya.




Andaikan dia memanglah jodohku, pasti akan ada cara untuk mendekatkan kita lagi.

Atau, meskipun memang kita bukanlah yang dimaksud, pasti akan ada cara untuk mendekatkan kita pada yang diinginkan-Nya.

Tenanglah, semua akan ada caranya. Dan akan ada balasannya.




Ayolah hijrah, jangan terus-menerus bergelut pada kesedihan yang sia-sia.

Akan banyak hal di depanmu yang sedang menanti langkahmu tiba.

Selesaikan yang lebih utama, daripada hanya bersedih dan kecewa berlama-lama.

Buktikan bahwa kita pantas mendapat pasangan hidup yang lebih baik.

****


Deby Silarny Priscilina

1 komentar:

  1. yang takut berarti bersalah, ataupun ngerasa berdosa,
    kalo gue tetep senyumin dan sapa aja, mau digubris atau enggak!
    itu nunjukin kalo elo berpikir positif.

    BalasHapus

Instagram